Minggu, 02 Desember 2018

Mengenal Bakteri Koliform

Bakteri Koliform

Assalamualaikum teman-teman...

Kembali lagi nih dengan Aulia Anggara Putri di blog ketiga aku. Di blog sebelumnya aku membahas tentang infeksi kulit impetigo bulosa, dan dipostingan kali ini aku akan membahas tentang Bakteri Koliform. 


Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator, di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak. Berdasarkan penelitian, bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh. 

Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air. Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus, protozoa, dan parasit. Selain itu, bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan. Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat aerob atau ppanaerob fakultatif, termasuk ke dalam bakteri gram negatif, tidak membentuk spora, dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas.



1.bp.blogspot.com



Salah satu contoh bakteri koliform yaitu Escherichia Coli, atau biasa disingkat E. Coli adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi ada beberapa, seperti E. Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah karena eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin. 

Toksin ini bekerja dengan cara menghilangkan satu basa adenin dari unit 28S rRNA, sehingga menghentikan sintesis protein. Sumber bakteri ini contohnya adalah daging yang belum masuk, seperti daging hamburger yang belum matang. E. Coli yang tidak berbahaya dapat menguntungkan manusia dengan memproduksi vitamin K atau dengan mencegah bakteri lain di dalam usus. E. Coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa genetika.

Biasa digunakan sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan. E. Coli dipilih karena pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dalam penanganannya. Negara-negara di eropa sekarang sangat mewaspadai penyebaran bakteri E. Coli ini, mereka bahkan melarang mengimpor sayuran dari luar. 

https://id.m.wikipedia.org


Semoga bermanfaat yaa teman-teman😊
Wassalamualaikum

Sabtu, 27 Oktober 2018

Mengenal Infeksi Kulit Impetigo Bulosa



IMPETIGO

Assalamualaikum teman-teman...


Kembali lagi nih dengan Aulia Anggara Putri di blog kedua aku. Di blog sebelumnya aku membahas tentang bakteri kulit terhadap handuk, dan dipostingan kali ini aku akan membahas salah satu infeksi kulit yaitu Impetigo Bulosa.


Impetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, berupa lepuh atau bercak luka terbuka pada kulit, yang kemudian menimbulkan kerak berwarna kuning atau cokelat. Penyakit ini bisa menular karena kontak secara langsung antara kulit dengan barang-barang perantara, seperti handuk, baju, atau peralatan makan yang telah terkontaminasi bakteri.



                                  https://www.consumerhealthdigest.com/health-conditions/impetigo.html


Impetigo lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Tigginya interaksi fisik 
dengan teman-teman sebaya di lingkungan sekolah atau taman bermain membuat anak-anak 
lebih sering menjadi korban impetigo. Berdasarkan gejalanya, impetigo dibagi dua, yaitu:


Impetigo Bulosa, ditandai dengan kulit yang melepuh dan berisi cairan. Atau biasanya juga disertai dengan demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Impetigo Nonbulosa, ditandai dengan munculnya bercak-bercak merah, seperti luka yang meninggalkan kerak berwarna kuning kecokelatan. Meski tidak melepuh, impetigo nonbulosa lebih menular dibandingkan dengan impetigo bulosa.



Gejala Impetigo

Gejala impetigo tidak langsung muncul setelah penderita terinfeksi. Gejala itu biasanya baru terlihat setelah 4-10 hari sejak terpapar bakteri. Impetigo nonbulosa lebih sering ditemukan dibanding impetigo bulosa. Untuk mencegah penyebaran infeksi, disarankan agar tidak menyentuh area kulit yang terinfeksi.
Infeksi impetigo bulosa biasanya muncul di bagian tengah tubuh antara pinggang dan leher atau lengan dan tungkai. Sedangkan infeksi impetigo nonbulosa biasa terjadi di sekitar mulut dan hidung, tapi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui perantara jari, handuk, atau baju yang telah terpapar bakteri.



Penyebab Impetigo

Penyebab utama impetigo adalah bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Penularan bakteri ini dapat terjadi melalui kontak fisik langsung dengan penderita atau melalui perantara, seperti baju, handuk, serbet, dan sebagainya yang sebelumnya dipakai penderita.
Bakteri akan lebih mudah menginfeksi seseorang yang memiliki luka, misalnya luka akibat gigitan serangga, terjatuh, atau teriris benda tajam. Bisa juga karena luka yang ditimbulkan oleh infeksi kulit lain, seperti eksim, kudis, atau infeksi kutu.



Pencegahan Impetigo

Hindari sentuhan fisik dengan penderita, Sentuhan fisik secara langsung dengan penderita atau berbagi penggunaan barang dengan mereka.

Selalu menjaga kebersihan kulit, Menjaga kebersihan kulit akan mengurangi resiko penularan impetigo, terutama pada kulit yang memiliki luka terbuka.

Membersihkan barang-barang, Setelah digunakan, ada baiknya barang-barang dicuci sampai bersih agar bakteri mati.

Jangan menyentuh luka, Hindari kontak dengan luka atau koreng akibat impetigo, apalagi dengan menggaruk.

Mencuci tangan, Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setelah selesai mengobati impetigo dengan antibiotik oles dan menutup luka impetigo dengan perban kasa.

http//www.alodokter.com



Semoga bermanfaat yaa teman-teman😊
Wassalamualaikum


Minggu, 14 Oktober 2018

Bakter Pada Kulit Terhadap Handuk



AULIA ANGGARA PUTRI





 Hai guys ini blog pertama saya. Disini saya akan menjelaskan tentang infeksi bakteri pada kulit yang disebabkan oleh handuk. Kebanyakan orang biasanya jarang mencuci handuk minimal 1x1minggu. Apa jadinya apabila kita jarang mencuci handuk yang sering kita pakai?

         Dari sejumlah penduduk Indonesia, jumlah penduduk yang terkena penyakit akibat bakteri adalah sekitar 15.000-30.000 penduduk per tahun. Penularan bakteri biasanya berasal dari benda-benda yang biasa digunakan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah handuk. Tanpa disadari, handuk ini merupakan tempat menempelnya kuman serta bakteri yang bisa menimbulkan penyakit jika tidak diperlakukan dengan benar.


Disadari atau tidak, setiap orang membutuhkan handuk untuk mengeringkan badan selepas mandi. Biasanya, kita akan meletakkan handuk di kamar mandi agar kita semakin mudah dalam mengambil handuk selepas mandi atau sekedar cuci muka dan mencuci kaki. Tapi apakah menaruh handuk di kamar mandi aman dan bisa membuat handuk tetap bersih serta sehat? Sebaiknya handuk diletakkan di tempat yang kering atau kalau bisa di bawah cahaya matahari langsung agar bakteri serta kuman di dalamnya bisa mati.


https://www.google.co.id/url/sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiJg8HGyJfeAhWTWX0KHSBPDO4QMwhNKA8w dewi-19.blogspot.com

Handuk yang diletakkan di dalam kamar mandi yang lembab sangat rentan menjadi tempat brsarang dan berkembang biak kuman juga bakteri. Lebih parahnya lagi, handuk yang lembab dan jarang dicuci sangat mungkin menjadi tempat tumbuhnya jamur. Ketika hal itu terjadi, tentunya handuk menjadi salah satu hal yang sangat tidak sehat. Ketika handuk telah menjadi tempat bersarang kuman dan bakteri, ini sangat memungkinkan tubuh akan rentan terhadap berbagai masalah kesehatan.


Bakteri dapat tumbuh pada handuk basah atau lembab dengan cepat dan bertahan sampai 24 jam. Perkembangan bakteri pada handuk dapat 20 menit menjadi puluhan ribu. Bakteri tersebut bisa menyebabkan penyakit kulit, keputihan, dan penyakit  berbahaya lainnya. Untuk menghindari bakteri itu, handuk perlu diganti setelah 3 hari pemakaian. Namun, dengan kesibukan saat ini, tentu bukan hal mudah untuk mengganti handuk secepat itu.


Jadiiiii..... Bagaimana cara kita mengurangi resiko penularan kuman dan bakteri yang terdapat pada handuk terhadap kulit?
Maka dapat di simpulkan bahwa bakteri sangat menyukai kelembapan dan menghindari tempat yang kering. Apalagi di ketahui jika kuman dan bakteri penyakit yang tumbuh pada handuk mandi dan ternyata dapat bertahan hidup dalam waktu hitungan jam, hari, bahkan berbulan-bulan.

Selalu perhatikan kondisi handuk kalian ya guys. Rajin rajinlah mencuci handuk jika tak ingin terserang infeksi bakteri dari handuk.



Semoga bermanfaat yaaaaa... sekian dan terimakasih😁



Mengenal Bakteri Koliform Bakteri Koliform Assalamualaikum teman-teman... Kembali lagi nih dengan Aulia Anggara Putri di blog k...