IMPETIGO
Assalamualaikum
teman-teman...
Kembali lagi nih dengan Aulia Anggara Putri
di blog kedua aku. Di blog sebelumnya aku membahas tentang bakteri kulit
terhadap handuk, dan dipostingan kali ini aku akan membahas salah satu infeksi
kulit yaitu Impetigo Bulosa.
Impetigo
adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, berupa lepuh atau bercak
luka terbuka pada kulit, yang kemudian menimbulkan kerak berwarna kuning atau
cokelat. Penyakit ini bisa menular karena kontak secara langsung antara kulit
dengan barang-barang perantara, seperti handuk, baju, atau peralatan makan yang
telah terkontaminasi bakteri.
Impetigo lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Tigginya interaksi fisik
dengan teman-teman sebaya di lingkungan sekolah atau taman bermain
membuat anak-anak
lebih sering menjadi korban impetigo. Berdasarkan gejalanya,
impetigo dibagi dua, yaitu:
Impetigo Bulosa, ditandai dengan kulit yang melepuh dan berisi cairan. Atau biasanya juga
disertai dengan demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Impetigo Nonbulosa, ditandai dengan munculnya bercak-bercak merah, seperti luka yang
meninggalkan kerak berwarna kuning kecokelatan. Meski tidak melepuh, impetigo
nonbulosa lebih menular dibandingkan dengan impetigo bulosa.
Gejala Impetigo
Gejala
impetigo tidak langsung muncul setelah penderita terinfeksi. Gejala itu
biasanya baru terlihat setelah 4-10 hari sejak terpapar bakteri. Impetigo
nonbulosa lebih sering ditemukan dibanding impetigo bulosa. Untuk mencegah
penyebaran infeksi, disarankan agar tidak menyentuh area kulit yang terinfeksi.
Infeksi
impetigo bulosa biasanya muncul di bagian tengah tubuh antara pinggang dan
leher atau lengan dan tungkai. Sedangkan infeksi impetigo nonbulosa biasa
terjadi di sekitar mulut dan hidung, tapi dapat menyebar ke bagian tubuh
lainnya melalui perantara jari, handuk, atau baju yang telah terpapar bakteri.
Penyebab Impetigo
Penyebab
utama impetigo adalah bakteri Staphylococcus
aureus atau Streptococcus pyogenes.
Penularan bakteri ini dapat terjadi melalui kontak fisik langsung dengan
penderita atau melalui perantara, seperti baju, handuk, serbet, dan sebagainya
yang sebelumnya dipakai penderita.
Bakteri akan
lebih mudah menginfeksi seseorang yang memiliki luka, misalnya luka akibat gigitan
serangga, terjatuh, atau teriris benda tajam. Bisa juga karena luka yang
ditimbulkan oleh infeksi kulit lain, seperti eksim, kudis, atau infeksi kutu.
Pencegahan Impetigo
Hindari sentuhan fisik dengan penderita, Sentuhan fisik secara langsung dengan penderita atau
berbagi penggunaan barang dengan mereka.
Selalu menjaga kebersihan kulit, Menjaga kebersihan kulit akan mengurangi resiko penularan impetigo,
terutama pada kulit yang memiliki luka terbuka.
Membersihkan barang-barang, Setelah digunakan, ada baiknya barang-barang dicuci sampai bersih agar
bakteri mati.
Jangan menyentuh luka, Hindari kontak dengan luka atau koreng akibat impetigo, apalagi dengan
menggaruk.
Mencuci tangan, Jangan
lupa untuk selalu mencuci tangan setelah selesai mengobati impetigo dengan
antibiotik oles dan menutup luka impetigo dengan perban kasa.
http//www.alodokter.com
http//www.alodokter.com
Semoga bermanfaat yaa teman-teman😊
Wassalamualaikum

