Sabtu, 27 Oktober 2018

Mengenal Infeksi Kulit Impetigo Bulosa



IMPETIGO

Assalamualaikum teman-teman...


Kembali lagi nih dengan Aulia Anggara Putri di blog kedua aku. Di blog sebelumnya aku membahas tentang bakteri kulit terhadap handuk, dan dipostingan kali ini aku akan membahas salah satu infeksi kulit yaitu Impetigo Bulosa.


Impetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, berupa lepuh atau bercak luka terbuka pada kulit, yang kemudian menimbulkan kerak berwarna kuning atau cokelat. Penyakit ini bisa menular karena kontak secara langsung antara kulit dengan barang-barang perantara, seperti handuk, baju, atau peralatan makan yang telah terkontaminasi bakteri.



                                  https://www.consumerhealthdigest.com/health-conditions/impetigo.html


Impetigo lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Tigginya interaksi fisik 
dengan teman-teman sebaya di lingkungan sekolah atau taman bermain membuat anak-anak 
lebih sering menjadi korban impetigo. Berdasarkan gejalanya, impetigo dibagi dua, yaitu:


Impetigo Bulosa, ditandai dengan kulit yang melepuh dan berisi cairan. Atau biasanya juga disertai dengan demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Impetigo Nonbulosa, ditandai dengan munculnya bercak-bercak merah, seperti luka yang meninggalkan kerak berwarna kuning kecokelatan. Meski tidak melepuh, impetigo nonbulosa lebih menular dibandingkan dengan impetigo bulosa.



Gejala Impetigo

Gejala impetigo tidak langsung muncul setelah penderita terinfeksi. Gejala itu biasanya baru terlihat setelah 4-10 hari sejak terpapar bakteri. Impetigo nonbulosa lebih sering ditemukan dibanding impetigo bulosa. Untuk mencegah penyebaran infeksi, disarankan agar tidak menyentuh area kulit yang terinfeksi.
Infeksi impetigo bulosa biasanya muncul di bagian tengah tubuh antara pinggang dan leher atau lengan dan tungkai. Sedangkan infeksi impetigo nonbulosa biasa terjadi di sekitar mulut dan hidung, tapi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui perantara jari, handuk, atau baju yang telah terpapar bakteri.



Penyebab Impetigo

Penyebab utama impetigo adalah bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Penularan bakteri ini dapat terjadi melalui kontak fisik langsung dengan penderita atau melalui perantara, seperti baju, handuk, serbet, dan sebagainya yang sebelumnya dipakai penderita.
Bakteri akan lebih mudah menginfeksi seseorang yang memiliki luka, misalnya luka akibat gigitan serangga, terjatuh, atau teriris benda tajam. Bisa juga karena luka yang ditimbulkan oleh infeksi kulit lain, seperti eksim, kudis, atau infeksi kutu.



Pencegahan Impetigo

Hindari sentuhan fisik dengan penderita, Sentuhan fisik secara langsung dengan penderita atau berbagi penggunaan barang dengan mereka.

Selalu menjaga kebersihan kulit, Menjaga kebersihan kulit akan mengurangi resiko penularan impetigo, terutama pada kulit yang memiliki luka terbuka.

Membersihkan barang-barang, Setelah digunakan, ada baiknya barang-barang dicuci sampai bersih agar bakteri mati.

Jangan menyentuh luka, Hindari kontak dengan luka atau koreng akibat impetigo, apalagi dengan menggaruk.

Mencuci tangan, Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setelah selesai mengobati impetigo dengan antibiotik oles dan menutup luka impetigo dengan perban kasa.

http//www.alodokter.com



Semoga bermanfaat yaa teman-teman😊
Wassalamualaikum


12 komentar:

Mengenal Bakteri Koliform Bakteri Koliform Assalamualaikum teman-teman... Kembali lagi nih dengan Aulia Anggara Putri di blog k...